Cerita Sarikuddin Babinsa Maluhu Tenggarong, Rukun Bersama Masyarakat

Cerita Sarikuddin Babinsa Maluhu Tenggarong, Rukun Bersama Masyarakat

kukarnews.id, TENGGARONG - Kalender menunjukkan Jumat, 27 Mei 2022, seperti hari ke enam dalam pekan lainnya. Menandakan pria muslim untuk menunaikan salat Jumat. Salah satu yang menyelenggarakan ibadah hari itu yakni masjid bernama Al Hijrah berlokasi di RT 18 Kelurahan Maluhu, Tenggarong, Kutai Kartanegara, namun penampakan tak lazim terlihat di masjid penuh makmum itu. 


Jumat itu, pria yang menaiki mimbar dan segera menyampaikan khotbah. Tampak berbeda, pasalnya pria itu tak mengenakan baju muslim atau mengenakan sarung, seperti ustad pada umumnya. Melainkan mengenakan pakaian loreng khas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dan diketahui setelahnya, pria itu bernama Sarikuddin dan sekaligus Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di Maluhu, Tenggarong. 


"Sudah beberapa waktu ini, saya menjadi muazin dan khatib, diminta takmir masjid di Maluhu untuk mengisi kegiatan keagamaan," ungkapnya, pada media ini, Selasa (31/5/2022).


Pria yang sekarang berusia 45 tahun itu, lalu menuturkan. Sejak memulai karir TNI sejak tahun 1999 hingga tahun 2022 atau selama 23 tahun berdinas. Telah kerap mengisi kegiatan keagamaan di daerah tugasnya. Contohnya, sebagai khatib dan muazin disaat waktu salat Jumat tiba. 


Terus Sarikuddin, sekarang, ada tiga masjid di Maluhu yang menjadi tempatnya menyampaikan nilai-nilai Islam. Diantara-nya Masjid Miftahul Janah, Al Barokah, Al Muhajirin. “Walau sebagai tentara berseragam pun bisa melakukan syiar Islam. istilahnya walau menyampaikan satu ayat,” ucapnya.


Terusnya, pengalaman menjadi ustad, tak terlepas dari masa mudanya. Dimana pria kelahiran 17 Juni 1977, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, itu. Pernah mengenyam pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTS). Ditambah semasa kanak-kanak dihabiskannya untuk mengikuti majelis taklim. 


"Waktu itu tidak ada kepikiran masuk tentara, malah saya bercita-cita menjadi ustad," ucapnya. Tetapi keputusannya berubah saat menerima informasi penerimaan bintara TNI pada tahun 1997, kala itu. ‘’Menjadi tentara dan menyebar siar islam juga masih bisa dilakukan saat ini,” sambungnya. 


Pria yang juga disapa akrab, Udin, itu menyebut. Telah bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), sejak tahun 2015 yang lalu, dibawah Komando Rayon Militer (Koramil) 0906-01 Tenggarong. Selama tujuh tahun belakangan ia telah bertugas sebagai Babinsa di tiga desa dan kelurahan berbeda di Tenggarong. Dan saat ini menjadi abdi masyarakat di Kel. Maluhu, kurang lebih tujuh bulan. Sebagai petugas yang aktif, kegiatan-kegiatan yang ia lakukan disebut sebagai pengabdiannya. 


“Kita melakukannya karena tugas, selain itu untuk mengakrabkan diri dengan warga setempat, selain itu harus saling bantu sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan," jelasnya. 


Sedangkan Lurah Maluhu, Tenggarong, Bayu Ramanda, mengatakan. Selama dirinya bertugas sebagai lurah di daerah tersebut, diingatnya telah tiga kali Babinsa telah berganti.


Namun dengan Sarikuddin dirinya tak asing sebab sebelumnya telah bertugas bersama Kelurahan Kampung Baru, dan saat ini kembali bertugas bersama di Maluhu. "kalau dengan saya tidak asing lagi, untuk pengalamannya juga sudah banyak," bebernya. 


Sambung Lurah Maluhu, itu, Babinsa yang bertugas diwilayah kerjanya itu, dianggapnya memiliki kelebihan, yakni menjadi khatib, bilal, dan imam. Kala salat lima waktu dan salat Jumat, tiba, ia bisa menjadi imamnya. "Seperti saat bulan Ramadan, kami sangat terbantu, karena beliau bisa ikut kegiatan safari Ramadan kelurahan," sebutnya. 


Lurah berusia 35 tahun ini juga berpesan, bila kedepannya ada pergantian Babinsa, ia harap Babinsa pengganti memiliki kemampuan seperti Sarikuddin, atau minimal memiliki kemampuan personal dan kapasitasnya. "Dan kita berharap TNI juga terus bersinergi bersama kelurahan hingga masyarakat," paparnya. 


Dikonfirmasi, berbeda, Supadi, Ketua RT 04, Maluhu, mengungkap. Mengenal pribadi Sarikuddin sebagai petugas Babinsa yang baik. Ingatnya saat baru bertugas di Maluhu Babinsa itu langsung memperkenalkan diri kepada 24 RT berbeda di kelurahan itu. “Dia baru bertugas sudah mengunjungi seluruh RT, door to door," ingatnya.


Sambung Ketua RT yang telah menjabat selama 12 tahun, ini. “Bila ada kegiatan gotong royong, entah kegiatan sosial dia pasti datang, hari Minggu sekalipun beliau akan datang dengan pakaian dinasnya. Selain itu sosok pak Udin ini walau baru bertugas di Maluhu, tugas jadi khatib, bilal, dia lakukan. Penilaian kita beliau punya kelebihan yang harus di apresiasi," tutupnya. (*/kn1/rhi)