Festival Mahulu Idamanku Tampilkan Drama Kolosal Sejarah Transmigrasi

Festival Mahulu Idamanku Tampilkan Drama Kolosal Sejarah Transmigrasi

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Festival Gebyar Maluhu Idamanku yang sukses digelar selama dua pekan. Acara yang merupakan rangkaian dalam memperingati HUT Maluhu ke-53 ini juga dirangkai dengan kegiatan olahraga tradisional, penampilan kesenian dan kebudayaan, serta pelibatan UMKM.


Penutupan festival menyajikan drama kolosal tentang awal mula terbentuknya Maluhu. Hingga pagelaran wayang kulit dengan dalang dari Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 


Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro mengungkapkan, festival yang diangkat bukan hanya hiburan semata namun juga mengangkat dan mengali sejarah Maluhu. Pada Drama kolosal ini diperankan oleh warga masyarakat setempat.


“Maluhu yang kita lihat sekarang ini tidak tiba-tiba semaju ini. Perlu perjuangan, perlu darah yang menetes, keringat bahkan nyawa yang dikorbankan pada saat itu (Transmigrasi),” kata Joko pada Senin (22/5/2023) malam.


Tri menceritakan sepenggal sejarah. Pada masa transmigrasi kloter pertama dari Jawa Timur. Ada satu orang yang meninggal dalam perjalanan dari pulau Jawa ke Kalimantan dan dimakamkan di Kota Balikpapan.


Selanjutnya kloter ketiga di kawasan Spontan. Kapal yang membawa rombongan dari pulau jawa sempat mengalami kebocoran. Agar tidak tenggelam, lubang itu ditutup dengan beras 


“Kejadian-kejadian ini harus diarahkan dan diajarkan ke anak cucu, bahwasannya Maluhu ini tidak langsung seperti ini. Jadi sejarahnya sangat luar biasa sekali dan menguras tenaga, pikiran, energi maupun nyawa,” pungkasnya.  (adv/diskominfo/kkr/kn1/rhi)