GLK dan PT RKBM Bersinergi dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Sesuai Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016, para penyandang disabilitas berhak hidup secara mandiri dan dilibatkan dalam masyarakat, serta mendapatkan pelatihan dan pendampingan guna pengembangan kepribadian dan keterampilan.
Hal inilah yang dilakukan PT Raja Kutai Baru Makmur (RKBM) bersama Yayasan Gerakan Literasi Kutai (GLK) dengan meluncurkan program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas bertajuk "Difabel Unggul Kukar Inklusi" yang dilanjutkan dengan Pelatihan Berisyaratan yang berlangsung di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Sabtu (21/5/2022).
Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang dapat memberi manfaat bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya di Kecamatan Anggana dan sekitarnya.
Program tersebut di lounching Bupati Kukar Edi Damansyah diwakilkan oleh Asisten III Setkab Kukar Totok Heru Subroto, juga dihadiri Direktur PT RKBM Satrio Hadi Waskito, Pendiri Yayasan GLK Erwan Riadi, anggota DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid, Ketua Komisi IV DPRD Kukar Baharudin, Camat Anggana, Danramil dan Kapolsek Anggana.
Pendiri Yayasan GLK, Erwan Riadi mengungkapkan, pihaknya melaksanakan program terkait penyandang disabilitas, karena perhatian terhadap para difabel masih dinilai kurang, sementara perhatian dan oendampingan sangat mereka butuhkan.
"Dan kita beruntung mendapatkan bantuan CSR dari PT. RKBM untuk program ini, yang memang dari awal mendorong kita untuk ke arah pemberdayaan penyandang disabilitas," terangnya.
Dirinya menjelaskan, untuk penyentuhan kepada para penyandang disabilitas berbeda dengan pendekatan kepada orang normal. Dimana, pihaknya harus mengetahui persis keinginan dan kebutuhan para penyandang, sehingga para penyandang disabilitas tersebut bisa diterima di lingkungan masyarakat.
"Pelatihan yang kita rancang ini memang beda, gak pelatihan secara massal aja, ada juga kelas-kelas untuk belajar bahasa isyarat dan juga program kita menyesuaikan menyesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas itu," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT. RKBM, Satrio Hadi Waskito menuturkan, dari data Penyandang Disabilitas di Kabupaten Kuukar yang ia peroleh, terdapat kurang lebih 1200 jiwa yang rentan kemiskinan jika Pemerintah dan stakeholder tidak melakukan tindakan tepat dan terukur dalam Pemberdayaan dan Pendampingan masyarakat khususnya Penyandang Disabilitas.
Pihaknya berupaya mewujudkan Program CSR yang dapat memberi manfaat bagi Penyandang Disabilitas bekerjasama dengan Yayasan Gerakan Literasi Kutai bermitra merumuskan dan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat Penyandang Disabilitas di Kabupaten Kukar khususnya di Kecamatan Anggana dan Sekitarnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan ekonomi yang mengacu pada peningkatan sumber daya manusia khususnya peningkatan keterampilan hidup (life skill).
Selain merumuskan juga dilakukan beberapa tahapan kegiatan, seperti Kegiatan pemetaan (mapping) potensi, permasalahan. Tujuan kegiatan itu adalah untuk mendapatkan gambaran yang relatif utuh dan objektif tentang peta dasar kebutuhan, potensi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait pemberdayaan Penyandang Disabilitasbserta memvalidasi data awal yang ia dapatkan.
Ia menerangkan, sasaran awal kegiatan tersebut yakni Tuna Rungu dan Tuna Wicara dan itu dengan melakukan pengolahan dan validasi data dengan strategi door to door di empat Desa Kecamatan Anggana yaitu Desa Sungai Meriam, Desa Anggana, Desa Kutai Lama dan Desa Sidoulyo dari tanggal 09 Mei 2022 sampai dengan 14 Mei 2022.
"Kemudian kita melakukan Penyusunan penyelenggaraan pemberdayaan Penyandang Disabilitas. Rencana tindakan itu memuat identifikasi permasalahan masyarakat miskin, strategi penaggulangan pemecahan masalah, pengembangan berbagai pilihan tindak kegiatan, rencana implementasi, dan kegiatan monitoring atau evaluasi," paparnya.
Kemudian kata dia, melakukan kegiatan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi penyandang disabilitas. Dimana materi pelatihan disesuaikan dengan hasil identifikasi kebutuhan keterampilan dan manajemen teknis yang berhasil diidentifikasi pada kegiatan sebelumnya, terutama berkaitan dengan masalah pengorganisasian masyarakat, pengembangan program, manajemen keuangan, manajemen pendidikan dan strategi pendampingan.
Lanjut dia, ada juga kegiatan penguatan jaringan dengan dunia usaha, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya, yang melibatkan stakeholder, kalangan usaha, pemerintah daerah dan media yang diharapkan dapat memfasilitasi terwujudnya media jaringan yang dapat memperkuat (networking) dan (bargaining position).
"Kegiatan Launching Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas ini diharapkan menjadi komitmen bersama antara Pemerintah dan Stakeholder untuk lebih peduli terhadap pemenuhan hak-hak Penyadang Diasabilitas di kabupaten Kutai Kartanegara," pungkasnya.(kn1/rhi)
admin