Ikuti Rembuk Stunting Kaltim, Kukar Sampaikan Sejumlah Program Penanganan

Ikuti Rembuk Stunting Kaltim, Kukar Sampaikan Sejumlah Program Penanganan

kukarnews.id, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kalimantan Timur) menggelar kegiatan Rembuk Stunting yang berlangsung di Hotel Mercure, Selasa (25/6/2024).

 

Rembuk Stunting ini menjadi kegiatan penting untuk melihat progres dan langkah yang harus dilakukan bersama antara pemprov dan kabupaten/kota se-Kaltim, sebab percepatan penurunan stunting ini merupakan program prioritas nasional dalam RPJMN Tahun 2020-2024.

 

Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kegiatan ini mendapat banyak pujian dari berbagai pihak, mulai dari Pemprov Kaltim dan kabupaten/kota lainnya, sebab bisa menurunkan banyak angka stunting di tahun 2023. Dimana pada tahun 2022 angka stunting masih berada pada 27,1 persen turun drastis menjadi 17,6 persen.

 

Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Arianto yang menjadi salah satu pembicara dalam rembuk stunting ini menjelaskan bahwa penanganan stunting ini dilakukan secara sinergi dengan sejumlah OPD yang ada di lingkungan Pemkab Kukar. Sejumlah inovasi dibuat dan dijalankan guna penurunan angka stunting di Kukar.

 

"Ada program Ragapantas, yakni Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stuting," jelasnya.

 

Ragapantas ini menyasar pada Lima Pantas yaitu Pantas Sehat, Pantas Pendidikan, Pantas Pangan, Pantas Tempat Tinggal dan Pantas Sejahtera. Dari Ragapantas ini, Kukar membuat program lanjutan yakni Bakti pantas yang sama-sama memiliki lima indikator dengan didorong program paket asuhan dari Bapak/ Bunda Asuh anak Stunting (BAAS). Ini menjadi gerakan aksi gotong royong dalam mengentaskan stunting dalam bentuk pemberian bantuan dalam rangka penurunan kasus anak stunting dengan sasaran prioritas ibu hamil, bayi di bawah satu tahun, calon pengantin dan juga pasangan usia subur.

 

“Program BAAS ini gotong royong yang bermitra dengan perusahaan, pemerintah, swasta, masyarakat baik individu maupun kelompok," tambahnya.

 

Tidak hanya itu melakukan sejumlah revitalisasi posyandu dan pengoptimalkan untuk mendorong para ibu untuk datang ke posyandu. Pihaknya juga memerintahkan para RT melalui kendaraan operasional dari program Rp50 juta per RT untuk mengantar jemput ibu hamil ataupun yang sudah melahirkan untuk memeriksa rutin kesehatan dan pertumbuhan di posyandu. "Kita kawal hingga seperti itu," ucapnya.

 

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni mengapresiasi langkah dan capaian yang dilakukan Pemkab Kukar dalam upaya mendorong penurunan angka stunting. 

 

"Poinnya memang di posyandu, bagaimana kita melakukan intervensi terhadap posyandu yang menjadi rumah utama untuk penanganan stunting," kata Sri Wahyuni.

 

Dirinya sepakat yang dilakukan oleh Pemkab Kukar dengan menjadikan posyandu ini menjadi target utama. "Hasilnya terlihat dalam komitmen dalam penurunan stunting," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)