Jalan Usaha Tani untuk Pertumbuhan Ekonomi Petani
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Sektor pertanian menjadi salah satu fokus program kerja yang dijalankan kepemimpinan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin. Berbagai upaya peningkatan sumber daya manusia, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, benih hingga infrastruktur secara bertahap terus dipenuhi. Hal ini diharapkan bisa memaksimalkan hasil pertanian di Kukar, sesuai dengan program Kukar Idaman.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar juga sedang melakukan pembangunan infrastruktur berupa jalan usaha tani. Sebagai penunjang kawasan pertanian terpadu yang terbagi di lima wilayah, yakni Keecamatan Muara Kaman-Kecamatan Sebulu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kecamatan Tenggarong-Kecamatan Loa Kulu dan Kecamatan Marangkayu. Pembangunan ini akan dilakukan oleh dua dinas, yakni Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kukar dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.
"Pembangunan jalan usaha tani di lima kawasan, berdampak pada peningkatan ekonomi petani setempat," Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispertanak Kukar, Muhammad Rifani.
Proyek pembangunan tersebut dimulai sejak tahun 2022 dengan anggaran senilai Rp 10 miliar untuk pembangunan jalan usaha tani sepanjang 34 kilometer. Sementara pada 2023 ini pemerintah kembali menganggarkan dana Rp 34 miliar yang rencananya untuk pembangunan jalan sepanjang 66 kilometer. "Target 120 kilometer jalan usaha tani akan selesai sampai 2026,"Â tambahnya.
Pembangunan jalan usaha tani diharapkan menjadi solusi masalah pertanian yang dihadapi petani di Kukar. Terutama kesulitan mobilisasi hasil pertanian menuju lokasi pemasaran. Sehingga Dengan adanya pelebaran dan peningkatan jalan maka nantinya akan mempermudah aksesibilitas petani di daerah dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi para petani.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, DPU Kukar, Restu Irawan menyebutkan pembangunan jalan tersebut impian Bupati Kukar, Edi Damansyah. Bupati menginginkan sektor pertanian Kukar menjadi lumbung pangan daerah, terutama di Kalimantan Timur (Kaltim).
"Jalan usaha tani yang dibangun berada di kawasan yang memiliki potensi pertanian, utamanya penghasil padi sawah," jelas Restu.
Dirinya menambahkan memiliki jalan usaha tani yang memadai akan mempercepat proses usaha tani sehingga ekonomi petani ikut meningkat. Apalagi, ibu kota negara akan pindah ke Kaltim. Dengan begitu, peluang menambah pendapatan dari hasil pertanian di Kukar pun semakin besar.
"Fokus kami, pemenuhan kebutuhan beras bukan hanya untuk Kukar dan Kaltim tapi juga IKN. Jadi, Dinas PU Kukar berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kukar membangun pertanian daerah," tutupnya. (kn1/rhi/advprokomkukar)
admin