Pesantren Lapas Tenggarong Menjadi Semi Rehabilitasi Sosial
kukarnews.id, TENGGARONG - Eksistensi Pesantren Taubatan Nasuha Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong terus mengalami peningkatan dan perlembangan yang baik. Sejak diresmikan pada 1 April 2021 yang lalu pelaksanaan kegiatan belajar santri yang sampai saat ini tetap berjalan dengan lancar dan jumlah santri saat ini sebanyak 60 orang sebagai angkatan pertama.
"Saat ini pesantren lapas telah memiliki kelas tahfidz dengan jumlah santri sebanyak 15 orang, dan untuk kegiatan belajar dilaksanakan dari hari Senin sampai dengan Sabtu," sebut Ahmad Harnadi, Kasi Binapi Lapas Kelas II A Tenggarong kepada media ini.
Materi yang diberikan dilapas ini cukup beragam, di pagi hari dilaksanakan ceramah agama, dan di sore hari terkait materi ilmu tauhid, ilmu tajwid, fiqih dan praktek khutbah . Dengan jumlah pengajar yang dipersiapkan dalam pembelajaran sebanyak 3 orang.
Lanjut Harnadi, bahwa pesantren ini menggandeng pihak Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara dan Baznas Kukar serta beberapa pondok pesantren yang ada sekitar wilayah Tenggarong yang rutin melakukan pendampingan dan pengajian secara rutin.
"Untuk kelas tahfidz alhamdulillah, sudah ada beberapa warga binaan yang telah hafal 3 juz dan akan dilakukan ujian terbuka pada bulan Oktober". Ujar ahmad harnadi
Sementara itu Kalapas Kelas II A Tenggarong menyebutkan bahwa program pesantren ini bisa dikatakan semi rehabilitasi sosial dan menjawab kebutuhan tentang program rehabilitasi sosial bagi pelaku tindak pidana narkotika, mengingat kondisi lapas Tenggarong yang secara fisik bangunan tidak memungkinkan dilaksanakan program tersebut sehingga tercetus ide untuk membuat pesantren lapas.
"Evaluasi dan monitoring secara berkala kami lakukan guna menilai efektifitas dari program ini sekaligus menjadi bahan bagi kami untuk melakukan pembenahan-pembenahan,"terangnya. (*/kn1)
admin