Wabup Kukar Tinjau Jembatan Bokpitung, Janji Segera Perbaiki Demi Kelancaran Akses Petani

Wabup Kukar Tinjau Jembatan Bokpitung, Janji Segera Perbaiki Demi Kelancaran Akses Petani

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Harapan puluhan petani di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, akhirnya mendapat titik terang. Jembatan Bokpitung, yang selama puluhan tahun menjadi akses vital penghubung antar desa, kini mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara, Rendi Solihin.

Jembatan yang terbuat dari kayu ulin dengan panjang sekitar 6 meter ini bukan sekadar penghubung biasa. Ia menjadi jalur alternatif utama antara Desa Bangun Rejo dan Desa Embalut, sekaligus urat nadi bagi empat kelompok tani (poktan) yang mengelola lahan sawah dan jagung seluas 315 hektare. Namun, kondisi jembatan yang kian rapuh dan sering terendam banjir saat hujan membuat aktivitas petani terhambat. Hasil panen padi dan jagung sulit diangkut, memaksa mereka memutar jauh untuk mencari jalur lain.

Melihat langsung kondisi tersebut, Wabup Rendi menegaskan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan.

“Akan diperbaiki dengan konstruksi yang sama,” ungkap Rendi saat meninjau lokasi.

Ia menambahkan, meski laporan kerusakan baru diterima pada November, Pemkab Kukar akan mengupayakan agar perbaikan masuk dalam prioritas anggaran tahun depan.

“Jalan ini titik penting untuk petani kita, nanti kita coba anggarkan,” lanjutnya.

Kepala Desa Bangun Rejo, Yuyun Purwanti, mengungkapkan bahwa jembatan Bokpitung telah berusia lebih dari 20 tahun tanpa pernah tersentuh perbaikan. Kini, kondisinya semakin mengkhawatirkan dan berpotensi ambruk.

“Dengan adanya Pak Wabup Rendi kesini bisa segera diperbaiki dan dibangun,” harap Yuyun.

Menurut Yuyun, keberadaan jembatan ini sangat vital bagi masyarakat dan empat poktan yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian seluas 315 hektare. Perbaikan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi warga.

Jika jembatan dibiarkan rusak, dampaknya akan sangat besar. Selain menghambat distribusi hasil panen, biaya operasional petani akan meningkat karena harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh. Hal ini tentu berpengaruh pada harga jual dan daya saing produk pertanian lokal.

Dengan janji perbaikan dari Wabup Rendi, masyarakat Desa Bangun Rejo kini menaruh harapan besar agar pembangunan segera terealisasi. Perbaikan jembatan Bokpitung bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga masa depan pertanian di wilayah tersebut.(adv/prokomkukar/kn2/rhi)